Content plan adalah rencana tentang konten apa saja yang akan kamu buat. Rencana ini biasanya berisi topik, tujuan, jadwal posting, dan siapa yang membuat konten tersebut.
Secara sederhana, content plan adalah peta jalan konten. Tanpa rencana, kamu akan mudah bingung mau menulis apa. Akhirnya kamu bisa berhenti di tengah jalan karena kehabisan ide.
Banyak orang juga sering menyamakan content plan dengan content calendar. Padahal keduanya berbeda.
Perbedaannya:
- Content plan fokus ke strategi dan ide konten
- Content calendar fokus ke jadwal publish
Kalau diibaratkan:
- Content plan = rencana perjalanan
- Content calendar = jadwal berangkat
Keduanya sebaiknya dipakai bersama supaya hasilnya maksimal.
Manfaat Membuat Content Plan
Membuat content plan mungkin terlihat merepotkan di awal. Tapi sebenarnya ini justru membuat pekerjaan kamu jauh lebih mudah.
Beberapa manfaatnya:
- Konten jadi lebih terarah
- Kamu tidak bingung mau buat apa
- Posting jadi lebih konsisten
- Waktu kerja jadi lebih hemat
- Ide konten tidak mudah habis
- Mudah melihat perkembangan konten
Tanpa content plan biasanya yang terjadi adalah:
Hari ini semangat posting.
Besok lupa.
Minggu depan berhenti.
Ini yang membuat banyak website gagal berkembang.
Langkah-langkah Membuat Content Plan
Berikut cara sederhana yang bisa kamu ikuti.
Tentukan Tujuan Konten
Sebelum membuat konten, kamu harus tahu dulu tujuannya.
Tanya ke diri sendiri:
Kamu mau dapat apa dari konten ini?
Contoh tujuan konten:
- Mendapat pengunjung website
- Membangun nama brand
- Mendapat calon pembeli
- Mendapat penjualan
- Memberi edukasi pasar
Kalau tidak ada tujuan, konten hanya akan menjadi tulisan biasa tanpa arah.
Tentukan Target Audience
Target audience adalah orang yang ingin kamu jangkau.
Jangan membuat konten untuk semua orang. Konten yang bagus biasanya dibuat untuk kelompok orang tertentu.
Hal sederhana yang bisa kamu tentukan:
- Umur mereka
- Masalah mereka
- Apa yang mereka butuhkan
- Mereka sering pakai platform apa
Contoh:
Kalau kamu menulis tentang SEO, targetnya bisa:
- Blogger pemula
- Pemilik bisnis
- Digital marketer
Dengan tahu targetnya, kamu akan lebih mudah menentukan gaya bahasa dan topik.
Lakukan Riset Keyword dan Topik
Kalau kamu membuat konten untuk SEO, riset keyword itu sangat penting.
Keyword adalah kata yang orang ketik di Google.
Kalau kamu menulis sesuai yang orang cari, peluang dapat traffic akan lebih besar.
Kamu bisa mencari ide dari:
- Google search
- Google autocomplete
- Bagian people also ask
- Forum diskusi
- Website kompetitor
- Tools SEO
Tips sederhana:
Jangan langsung target keyword sulit. Mulai dari keyword yang mudah dulu.
Ini membuat website baru lebih cepat berkembang.
Tentukan Jenis Konten
Tidak semua konten punya tujuan yang sama.
Dalam SEO, biasanya ada beberapa jenis konten:
- Informational content (memberi informasi)
- Commercial investigation content (membantu orang membandingkan)
- Transactional content (untuk jualan)
- News content (berita)
- Educational content (edukasi)
Website yang sehat biasanya punya campuran beberapa jenis konten ini.
Buat Topical Map
Topical map adalah peta topik.
Ini membantu kamu membuat konten yang saling berhubungan.
Biasanya berisi:
- Topik utama
- Topik turunan
- Topik pendukung
- Rencana internal link
Contoh sederhana:
Topik utama: SEO
Turunannya bisa:
- Keyword research
- On page SEO
- Off page SEO
- Technical SEO
Dengan cara ini, website kamu akan terlihat lebih rapi di mata Google.
Tentukan Format Konten
Setelah tahu topiknya, kamu perlu menentukan bentuk kontennya.
Tidak semua konten harus artikel.
Beberapa format yang bisa kamu gunakan:
- Artikel blog
- Video
- Gambar infografis
- Konten pendek
- Post social media
Pilih format yang paling sesuai dengan target audience kamu.
Tentukan Jadwal Publish
Konsistensi lebih penting daripada banyaknya konten.
Lebih baik posting 2 artikel tiap minggu secara rutin daripada 20 artikel lalu berhenti.
Kamu bisa membuat jadwal sederhana seperti ini:
- Tanggal publish
- Judul
- Keyword
- Penulis
- Status
Contoh:
Tanggal | Judul | Keyword | Status
10 Jan | Cara SEO | cara seo | Draft
12 Jan | SEO Tools | seo tools | Publish
Dengan jadwal seperti ini kamu bisa melihat progres dengan mudah.
Tentukan Workflow Produksi Konten
Workflow adalah alur kerja.
Kalau kamu punya tim, ini sangat penting.
Contoh workflow sederhana:
- Riset topik
- Membuat outline
- Menulis artikel
- Editing
- Upload ke website
- Optimasi SEO
- Publish
- Update jika perlu
Dengan workflow, kerja tim jadi lebih teratur.
Semua orang tahu harus mengerjakan apa.
Buat Template Content Plan
Supaya lebih rapi, kamu bisa membuat template.
Kamu bisa pakai tools seperti:
- Google Sheets
- Notion
- Trello
- Airtable
- Spreadsheet biasa
Yang penting bukan toolsnya.
Yang penting adalah konsistensi kamu menggunakannya.
Contoh Content Plan Sederhana
Berikut contoh sederhana struktur content plan:
- Judul artikel
- Keyword utama
- Keyword turunan
- Tujuan konten
- Target audience
- Tanggal publish
- Status
Kalau sudah punya ini, produksi konten akan jauh lebih mudah.
Tips Membuat Content Plan yang Efektif
Berikut beberapa tips sederhana:
- Fokus ke satu niche dulu
- Jangan lompat-lompat topik
- Prioritaskan keyword mudah
- Update konten lama
- Evaluasi tiap bulan
Banyak website gagal karena ingin membahas semua hal.
Padahal Google lebih suka website yang fokus.
Kesalahan Umum Saat Membuat Content Plan
Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
Tidak punya tujuan.
Tidak riset keyword.
Tidak konsisten.
Tidak pernah evaluasi.
Terlalu banyak ide tapi tidak dikerjakan.
Yang paling berbahaya biasanya adalah terlalu banyak planning tapi tidak eksekusi.
Content plan seharusnya membantu kerja, bukan malah membuat kamu berhenti bekerja.
Kesimpulan
Content plan adalah dasar dari strategi konten yang baik.
Tanpa rencana, konten akan berantakan. Dengan rencana, konten akan lebih terarah.
Ringkasnya:
- Tentukan tujuan
- Tentukan audience
- Riset keyword
- Tentukan jenis konten
- Buat jadwal
- Kerjakan secara konsisten
Kalau kamu ingin website berkembang, jangan hanya menulis. Menulislah dengan rencana.
Leave a Reply