Cara Melakukan Riset Kata Kunci yang Benar (Ch. 2.2)

Riset kata kunci adalah langkah penting agar sebuah artikel bisa muncul di halaman atas Google. Ketika kamu melakukan riset, kamu sedang mencari tahu kata apa yang sering dipakai orang saat mencari informasi. Jika kamu memakai kata yang tepat, peluang artikel kamu muncul di hasil pencarian akan lebih besar.

Banyak pemula melakukan kesalahan. Mereka langsung menulis tanpa tahu apa yang sebenarnya dicari orang. Padahal, riset kata kunci membantu kamu membuat konten yang lebih tepat, berguna, dan mudah ditemukan.

KEMBALI KE DAFTAR ISI

Rangkuman

Berikut rangkumannya dalam bentuk bullet list:

  • Riset kata kunci membantu kamu menemukan kata yang sering dicari orang sehingga artikel lebih mudah muncul di Google.
  • Pemula sering salah karena menulis tanpa riset, padahal riset membuat konten lebih tepat dan berguna.
  • Intent penting untuk dipahami agar konten sesuai kebutuhan pembaca, seperti informasional, navigasional, transaksional, dan komersial.
  • Menentukan sasaran dan pasar membantu kamu mengenali audiens dan mempelajari kompetitor.
  • Analisa kompetitor dilakukan dengan melihat jenis konten, panjang artikel, struktur heading, kualitas isi, gaya bahasa, judul, meta description, penggunaan kata kunci, serta backlink.
  • Tools seperti Google Keyword Planner, Search Suggest, People Also Ask, Ubersuggest, Ahrefs, Semrush, dan Google Trends membantu menemukan volume pencarian dan peluang kata kunci.
  • Kata kunci utama harus relevan, sering dicari, dan tidak memiliki persaingan terlalu tinggi.
  • Keyword turunan bisa berupa short-tail, long-tail, variasi semantik, dan hasil keyword clustering.
  • Contoh keyword turunan untuk “cara membuat bakso” meliputi: resep bakso, cara membuat bakso sapi kenyal, tips bikin bakso, dan lain-lain.
  • Struktur konten dibuat memakai H1, H2, H3 dengan penempatan kata kunci secara natural.
  • Evaluasi riset diperlukan dengan memeriksa kompetitor dan mengupdate kata kunci sesuai perubahan tren.
  • Riset kata kunci memastikan konten lebih bermanfaat, terarah, dan lebih mudah ranking di Google.

Memahami Tujuan dan Intent Pengguna

Intent adalah maksud seseorang saat mengetikkan kata di Google. Kamu perlu memahaminya supaya kontenmu sesuai kebutuhan pembaca.

Beberapa jenis intent:

  • Informasional: orang ingin belajar sesuatu.
  • Navigasional: orang ingin menuju situs tertentu.
  • Transaksional: orang ingin membeli sesuatu.
  • Komersial: orang ingin membandingkan sebelum membeli.

Memahami intent membuat kamu tahu arah konten. Misalnya, kalau kata kuncinya “cara membuat kue”, berarti intentnya informasional.

Menentukan Sasaran dan Pasar

Sebelum memilih kata kunci, kamu harus tahu siapa yang ingin kamu bantu. Ini disebut audiens.

Kamu juga bisa melihat kompetitor. Lihat artikel mereka, lalu pelajari apa yang bisa kamu buat lebih baik. Dengan memahami pasar, kamu bisa membuat konten yang lebih kuat.

Cara Menganalisa Kompetitor

Menganalisa kompetitor membantu kamu memahami kualitas konten yang sedang berada di peringkat atas Google. Dengan begitu, kamu bisa menemukan celah dan membuat konten yang lebih kuat.

Pertama, cari kompetitor yang muncul di halaman pertama untuk kata kunci yang ingin kamu target. Mereka adalah contoh terbaik karena Google sudah menganggap konten mereka relevan.

Perhatikan beberapa hal penting:

  • Jenis konten yang mereka gunakan, apakah artikel, video, atau halaman produk.
  • Panjang konten dan seberapa lengkap pembahasannya.
  • Struktur penulisan, termasuk penggunaan H1, H2, dan H3.
  • Kualitas isi, apakah kontennya menjawab kebutuhan pembaca.
  • Gaya bahasa, apakah formal, santai, atau teknis.

Lanjutkan dengan melihat elemen SEO yang mereka pakai:

  • Judul dan meta description
  • Pemakaian kata kunci
  • Internal dan external link
  • Penggunaan gambar, tabel, atau infografik

Jika kamu memakai tools seperti Ahrefs, Semrush, atau Ubersuggest, analisis juga:

  • Kata kunci yang mereka ranking
  • Jumlah dan kualitas backlink
  • Halaman lain yang ikut mendukung ranking

Terakhir, cari celah yang bisa kamu manfaatkan, seperti penjelasan yang kurang lengkap, data lawas, atau pembahasan yang belum dalam. Dengan cara ini, kamu bisa membuat konten yang lebih kuat, jelas, dan lebih baik daripada kompetitormu.

Menggunakan Tools Riset Kata Kunci

Kamu bisa memakai beberapa tools untuk riset kata kunci. Setiap tool punya kelebihannya masing-masing.

Google Keyword Planner

Tool ini membantu kamu melihat seberapa sering orang mencari kata tertentu. Ini cocok saat kamu ingin mengetahui volume pencarian.

Kamu juga bisa melihat tingkat persaingan. Semakin rendah persaingan, semakin mudah kamu bersaing di Google.

Google Search Suggest dan People Also Ask

Saat kamu mengetik kata di Google, muncul saran otomatis. Ini disebut Search Suggest. Ini sangat berguna untuk menemukan kata-kata panjang atau long-tail keywords.

Bagian People Also Ask juga berguna. Bagian ini menunjukkan pertanyaan yang sering ditanyakan orang. Kamu bisa memakainya sebagai bahan menulis konten.

Ubersuggest, Ahrefs, Semrush

Tools seperti ini memberikan data volume pencarian, tingkat kesulitan (keyword difficulty), dan ide kata kunci tambahan.

Mereka cocok untuk riset yang lebih mendalam. Kamu bisa melihat kata-kata yang berhubungan dan peluang untuk ranking.

Google Trends

Google Trends menunjukkan apakah sebuah kata sedang naik atau turun. Dengan begitu kamu bisa melihat kata yang sedang populer. Ini berguna jika kamu ingin menulis konten yang mengikuti tren.

Memilih Kata Kunci Utama

Setelah riset, kamu harus memilih satu kata kunci utama. Pilih yang paling relevan, paling sering dicari, dan punya persaingan yang tidak terlalu tinggi.

Pastikan kata kunci utama benar-benar cocok dengan topik. Jangan pilih kata yang terlalu umum. Misalnya, daripada memakai “kue”, lebih bagus memakai “cara membuat kue cokelat mudah”.

Menyusun Keyword Turunan

Keyword turunan adalah kata yang masih berhubungan dengan kata kunci utama. Ini bisa berupa:

  • Kata pendek (short-tail)
  • Kata panjang (long-tail)
  • Variasi semantik
  • Keyword clustering

Dengan memakai banyak variasi kata turunan, kamu bisa membuat konten yang lebih kaya dan lengkap.

Contoh Keyword Turunan

Berikut contoh konkret agar kamu lebih mudah memahami cara menyusun keyword turunan.

Jika kata kunci utamanya “cara membuat bakso”, maka keyword turunannya bisa seperti berikut.

Kata pendek (short-tail)

  • resep bakso
  • bakso rumahan
  • cara buat bakso

Kata panjang (long-tail)

  • cara membuat bakso sapi kenyal tanpa boraks
  • resep bakso rumahan sederhana untuk pemula
  • cara membuat bakso kuah yang gurih dan enak
  • cara membuat bakso tanpa blender

Variasi semantik
Ini bukan kata yang sama persis, tetapi maknanya dekat.

  • tips bikin bakso kenyal
  • bahan membuat bakso
  • langkah membuat bakso
  • trik membuat adonan bakso lembut

Keyword clustering
Pengelompokan keyword yang mirip sehingga satu konten bisa membahas semua.
Cluster contoh:

  • cara membuat bakso
  • resep bakso kenyal
  • bakso sapi rumahan
  • cara bikin bakso kuah

Semua keyword dalam cluster ini bisa dimasukkan dalam satu artikel besar, atau dipisah menjadi beberapa artikel pendukung jika ingin membangun topik otoritatif.

Dengan memakai contoh konkret seperti ini, kamu bisa melihat bagaimana kata kunci utama berkembang menjadi banyak kata turunan yang memperkaya konten.

Membuat Struktur Konten Berdasarkan Keyword

Setelah kata kunci terkumpul, kamu perlu membuat struktur konten. Struktur membantu kamu menulis lebih rapi.

Kamu bisa mulai dari judul atau H1. Kemudian buat beberapa H2 dan H3. Tempatkan kata kunci secara natural, jangan dipaksa.

Struktur konten bisa dibuat seperti ini:

  • Judul berisi kata kunci utama
  • Sub judul memakai kata turunan
  • Paragraf menjelaskan jawaban dengan jelas

Mengevaluasi dan Menyempurnakan Hasil Riset

Riset tidak berhenti setelah kamu memilih kata. Kamu perlu mengecek ulang di Google.

Lihat artikel kompetitor yang muncul di halaman pertama. Pahami apa yang mereka bahas, lalu buat kontenmu lebih lengkap dan lebih jelas.

Kamu juga perlu memperbarui riset secara berkala. Dunia internet berubah cepat. Kata kunci yang bagus hari ini bisa jadi tidak populer lagi di masa depan.

Kesimpulan

Riset kata kunci adalah langkah penting kalau kamu ingin membuat konten yang kuat. Ketika kamu memilih kata dengan benar, kamu bisa membuat artikel yang lebih bermanfaat, lebih terarah, dan lebih mudah muncul di Google.

Dengan pemahaman audiens, pemilihan intent, penggunaan tools, dan evaluasi rutin, kamu bisa membuat konten yang selalu relevan.

KEMBALI KE DAFTAR ISI

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *