Category: Fundamental Riset Kata Kunci

  • Studi Kasus: Riset Kata Kunci Untuk Menjual Jasa Konsultan Pajak (Ch. 2.7)

    Riset kata kunci itu sangat penting kalau kamu ingin menjual jasa konsultan pajak. Dengan riset yang tepat, kamu bisa tahu apa yang orang cari, masalah yang mereka hadapi, dan kata apa yang mereka pakai saat mencari bantuan pajak.

    Artikel ini membantu kamu memahami cara melakukan riset kata kunci dengan contoh yang sederhana. Tujuannya supaya kamu bisa menarik lebih banyak calon klien.

    KEMBALI KE DAFTAR ISI

    Rangkuman

    • Riset kata kunci membantu kamu menemukan apa yang dicari calon klien jasa konsultan pajak.
    • Target klien biasanya UMKM, pemilik usaha kecil, atau orang yang bingung soal pajak.
    • Kamu harus memahami masalah mereka sebelum memilih kata kunci.
    • Topik utama riset bisa berupa pengurusan pajak, konsultasi pajak, atau pajak UMKM.
    • Mulai riset dengan seed keyword seperti konsultan pajak atau jasa pajak.
    • Gunakan Google Suggest, People Also Ask, dan Related Searches untuk ide tambahan.
    • Tools seperti Google Keyword Planner, Ubersuggest, atau Ahrefs membantu melihat volume dan kompetisi.
    • Intent pencarian dibagi jadi informasi, komersial, dan transaksional.
    • Pilih kata kunci dengan intent transaksional untuk meningkatkan penjualan.
    • Buat cluster kata kunci agar konten lebih terstruktur.
    • Studi kasus fokus pada layanan konsultan pajak UMKM sebagai contoh riset kata kunci.
    • Susun strategi konten dari keyword utama dan pendukung untuk menarik trafik.
    • Riset kata kunci yang konsisten membantu jasa konsultan pajak lebih mudah ditemukan dan menambah klien.

    Memahami Target Klien Konsultan Pajak

    Sebelum kamu memilih kata kunci, kamu harus tahu siapa calon klienmu. Mereka biasanya:

    • Pemilik usaha kecil
    • UMKM
    • Orang yang bingung soal laporan pajak
    • Orang yang takut kena denda

    Masalah yang mereka sering alami adalah:

    • Tidak mengerti aturan pajak
    • Bingung hitung pajak
    • Takut salah lapor
    • Tidak punya waktu untuk urus pajak

    Kalau kamu paham masalah mereka, kamu bisa mencari kata kunci yang benar.

    Menentukan Topik Utama untuk Riset Kata Kunci

    Topik utama harus sesuai kebutuhan klienmu. Contohnya:

    • Pengurusan pajak
    • Konsultasi pajak
    • Pajak UMKM
    • Layanan konsultan pajak untuk perusahaan

    Topik ini jadi dasar riset kata kunci.

    Mengumpulkan Keyword Awal

    Kamu bisa mulai dari kata yang sederhana. Ini namanya seed keyword. Misalnya:

    • konsultan pajak
    • jasa pajak
    • konsultan pajak UMKM
    • cara hitung pajak

    Lalu kamu bisa lihat saran dari:

    • Google Suggest
    • People Also Ask
    • Related Searches

    Semua itu membantu kamu dapat ide tambahan.

    Menggunakan Tools Riset Kata Kunci

    Menggunakan Google Keyword Planner

    Di sini kamu masukkan seed keyword tadi. Kamu akan lihat:

    • Volume pencarian
    • Kata terkait
    • Tingkat kompetisi

    Kamu bisa memilih kata yang paling cocok dan paling banyak dicari.

    Menggunakan Tools Alternatif

    Kamu juga bisa pakai alat lain, seperti:

    • Ubersuggest
    • Ahrefs
    • SEMrush

    Gunakan alat ini untuk membandingkan data. Kalau hasilnya mirip, itu berarti kata kuncinya bagus.

    Menganalisis Intent Pencarian

    Kamu harus tahu maksud orang saat mencari kata tertentu. Ada 3 jenis:

    • Informasi: orang mencari penjelasan
    • Komersial: orang lagi membandingkan layanan
    • Transaksional: orang siap membeli

    Pilih kata kunci yang mendekati transaksional, karena itu membantu kamu dapat klien.

    Membuat Daftar Kata Kunci Utama dan Turunan

    Setelah dapat banyak kata kunci, kamu buat cluster. Misalnya:

    • Keyword utama: konsultan pajak
    • Turunan: konsultan pajak UMKM, konsultan pajak perusahaan, jasa laporan pajak

    Cluster ini membantu kamu membuat banyak artikel yang saling terhubung.

    Studi Kasus: Contoh Riset Kata Kunci Konsultan Pajak

    Tentukan Layanan Utama

    Misalnya kamu ingin jual layanan konsultan pajak UMKM. Berarti fokus riset kata kuncinya harus tentang UMKM.

    Kumpulkan Seed Keyword

    Seed keyword yang bisa kamu pakai:

    • konsultan pajak UMKM
    • jasa pajak UMKM
    • cara lapor pajak UMKM

    Ini jadi dasar pencarian lanjutan.

    Gunakan Tools untuk Mendapatkan Data

    Dari Google Keyword Planner, kamu mungkin menemukan:

    • konsultan pajak UMKM: volume tinggi, kompetisi sedang
    • cara hitung pajak UMKM: volume sedang, banyak dicari orang yang butuh info
    • jasa pajak UMKM murah: intent transaksional

    Di sini kamu memilih kata dengan intent transaksional dulu.

    Analisis Intent dan Relevansi

    Misalnya kata konsultan pajak UMKM menunjukkan orang ingin bantuan langsung. Itu sangat penting untuk penjualan.

    Sementara cara hitung pajak UMKM menunjukkan orang butuh informasi dulu. Kamu tetap bisa memakai kata ini untuk artikel edukasi.

    Susun Cluster Keyword

    Contoh cluster:

    • Konsultan Pajak UMKM: keyword utama
    • Jasa Pajak UMKM Murah
    • Konsultan Pajak untuk Usaha Kecil
    • Cara Hitung Pajak UMKM
    • Cara Membuat Laporan Pajak UMKM

    Artikel edukasi mendukung artikel penjualan.

    Membuat Strategi Konten Berdasarkan Hasil Riset

    Setelah kata kunci terkumpul, kamu bisa buat rencana konten. Misalnya:

    • Artikel utama: Konsultan Pajak UMKM
    • Artikel pendukung:
      • Cara Hitung Pajak UMKM
      • Tips Lapor Pajak Tepat Waktu
      • Kenapa UMKM Butuh Konsultan Pajak

    Kamu prioritaskan kata yang paling banyak dicari dan paling dekat dengan transaksi.

    Dengan strategi ini, website kamu bisa naik di Google.

    Kesimpulan

    Riset kata kunci membantu kamu memahami apa yang dicari calon klien. Dengan langkah yang benar, seperti memilih seed keyword, memakai alat riset, dan membuat cluster, kamu bisa membangun strategi konten yang kuat.

    Kalau dilakukan dengan konsisten, riset kata kunci bisa membuat jasa konsultan pajakmu lebih mudah ditemukan dan membantu kamu mendapatkan lebih banyak klien.

    KEMBALI KE DAFTAR ISI

  • Mengenal EMD dan PMD (Ch. 2.6)

    KEMBALI KE DAFTAR ISI

    Rangkuman

    • EMD adalah domain yang sama persis dengan kata kunci utama.
    • PMD adalah domain yang hanya memakai sebagian kata kunci.
    • EMD lebih cepat naik di pencarian, tapi lebih berisiko kena penalti.
    • PMD lebih aman untuk jangka panjang dan lebih cocok untuk membangun brand.
    • EMD sering dipakai untuk proyek cepat atau churn and burn.
    • PMD cocok untuk website bisnis atau situs yang ingin berkembang besar.
    • EMD punya kekurangan seperti terlihat spam dan sulit dipakai jangka panjang.
    • PMD butuh usaha lebih agar kuat di SEO, tapi lebih fleksibel.
    • Pilihan terbaik tergantung tujuan: cepat dan berisiko (EMD) atau aman dan stabil (PMD).

    Apa Itu EMD

    Exact Match Domain atau EMD adalah nama domain yang sama persis dengan kata kunci utama. Jika orang mencari “sepatu murah”, maka domain seperti sepatu-murah.com adalah EMD. Banyak orang memakai EMD untuk membantu naik di pencarian Google.

    Biasanya EMD dipakai untuk situs sederhana yang ingin cepat dapat trafik. Karena nama domainnya sudah mengandung kata kunci, Google lebih mudah mengenali topik situs kamu.

    Namun, EMD tidak menjamin kamu langsung masuk halaman satu. Kamu tetap harus membuat konten yang bagus dan relevan.

    Apa Itu PMD

    Partial Match Domain atau PMD adalah nama domain yang hanya mengandung sebagian kata kunci. Contohnya, kamu ingin menargetkan kata “baju anak murah”. Domain seperti tokobajuanak.com termasuk PMD.

    PMD lebih fleksibel dibanding EMD. Kamu tidak harus memakai kata kunci secara lengkap. Dengan cara ini, nama domain tetap terlihat alami.

    PMD juga lebih bagus untuk branding karena masih terlihat seperti nama toko atau nama bisnis.

    Perbedaan EMD dan PMD

    Ada beberapa perbedaan penting antara dua jenis domain ini.

    • Struktur kata: EMD memakai kata kunci penuh, PMD hanya memakai sebagian.
    • Kekuatan SEO: EMD sering lebih cepat naik untuk kata tertentu. PMD lebih stabil untuk jangka panjang.
    • Risiko penalti: EMD lebih mudah dicurigai sebagai trik spam jika kontennya buruk.

    Kamu bisa memilih berdasarkan tujuan situs kamu. Jika ingin cepat, EMD sering dipakai. Jika ingin aman, PMD lebih cocok.

    Kelebihan EMD dan PMD

    Keduanya punya kelebihan masing-masing.

    Kelebihan EMD

    • Membantu Google memahami topik situs.
    • Cocok untuk proyek churn and burn.
    • Lebih cepat dapat klik dari orang karena nama domain sama dengan kata pencarian.

    Kelebihan PMD

    • Lebih mudah dibangun sebagai brand.
    • Lebih fleksibel untuk membuat banyak topik.
    • Lebih aman dari risiko penalti.

    Kamu bisa memakai EMD untuk website yang ingin cepat naik. Untuk website jangka panjang, PMD biasanya lebih disarankan.

    Kekurangan EMD dan PMD

    Tidak ada pilihan yang sempurna. Keduanya punya kekurangan.

    Kekurangan EMD

    • Risiko tinggi jika konten tipis atau tidak berkualitas.
    • Nama domain sering terlihat seperti spam.
    • Sulit dipakai untuk jangka panjang.

    Kekurangan PMD

    • Tidak sekuat EMD untuk kata kunci tertentu.
    • Butuh usaha lebih di konten agar bisa bersaing.
    • Nama domain bisa kurang menarik jika tidak dipilih hati-hati.

    Tips Memilih Antara EMD atau PMD

    Agar kamu lebih mudah memilih, kamu bisa memikirkan hal berikut.

    Kapan memakai EMD:

    • Jika kamu membuat website churn and burn.
    • Jika kamu ingin hasil cepat dan tidak memikirkan jangka panjang.
    • Jika kamu menargetkan satu kata kunci utama saja.

    Kapan memakai PMD:

    • Jika kamu ingin membuat website jangka panjang.
    • Jika kamu ingin membangun brand yang terlihat profesional.
    • Jika kamu ingin menulis banyak topik di satu website.

    Untuk proyek cepat, EMD sering dipakai oleh pemain SEO. Namun untuk bisnis yang ingin berkembang, PMD adalah pilihan yang lebih aman.

    Kesimpulan

    EMD dan PMD adalah dua jenis domain yang sering dipakai dalam SEO. EMD memakai kata kunci penuh, sedangkan PMD hanya memakai sebagian kata. Keduanya bisa membantu kamu mendapatkan trafik.

    Jika kamu ingin hasil cepat, EMD lebih cocok. Tapi jika kamu ingin aman dan ingin membuat website yang kuat, PMD lebih baik.

    Kamu bisa memilih sesuai tujuanmu. Yang penting, kamu tetap membuat konten yang bermanfaat dan jelas. Dengan begitu, website kamu akan semakin mudah ditemukan di Google.

    KEMBALI KE DAFTAR ISI

  • Dasar-Dasar Google Keyword Planner (Ch. 2.5)

    Google Keyword Planner adalah alat gratis dari Google yang membantu kamu mencari kata yang sering dipakai orang saat mencari sesuatu di internet. Alat ini biasanya dipakai untuk iklan Google Ads, tetapi banyak orang SEO juga memakainya untuk riset kata kunci.

    Dengan alat ini, kamu bisa tahu kata apa yang populer, seberapa banyak orang mencarinya, dan apakah kata itu mudah atau sulit dipakai untuk mendapatkan trafik. Bagi pemula, alat ini sangat berguna karena mudah digunakan.

    KEMBALI KE DAFTAR ISI

    Rangkuman

    • Google Keyword Planner adalah alat gratis untuk mencari kata yang sering dicari orang di Google.
    • Alat ini membantu kamu menemukan kata baru, melihat volume pencarian, dan memahami tingkat persaingan.
    • Untuk mengaksesnya, kamu harus masuk ke Google Ads lalu buka Tools and Settings dan pilih Keyword Planner.
    • Ada dua fitur utama:
      • Discover New Keywords untuk mencari ide kata baru.
      • Get Search Volume and Forecasts untuk melihat volume dan perkiraan.
    • Data penting yang perlu kamu perhatikan adalah volume pencarian, kompetisi, CPC, dan tren musiman.
    • Kelebihan GKP: gratis, resmi dari Google, mudah untuk pemula.
    • Kekurangannya: volume tidak presisi, rekomendasi kadang terlalu luas, dan tidak cocok untuk menilai persaingan SEO secara detail.
    • Tips penting: gunakan banyak seed keyword, gabungkan dengan cek manual, pilih volume yang stabil, dan jangan menilai SEO dari CPC.
    • GKP bisa dipakai untuk mencari ide artikel maupun produk.
    • Alat ini sangat cocok untuk pemula yang ingin mulai belajar SEO dan riset kata kunci.

    Manfaat Utama Google Keyword Planner

    Google Keyword Planner punya beberapa manfaat penting yang bisa membantu kamu saat riset kata kunci.

    Beberapa manfaat utamanya:

    • Menemukan kata kunci baru yang belum terpikirkan.
    • Mengetahui volume pencarian dari sebuah kata.
    • Melihat tingkat persaingan.
    • Mengetahui biaya iklan lewat data CPC.
    • Membantu kamu memahami potensi trafik dari sebuah kata.

    Semua manfaat ini membuat alat ini cocok untuk kamu yang baru belajar SEO.

    Cara Mengakses Google Keyword Planner

    Untuk memakai Google Keyword Planner, kamu perlu akun Google Ads. Setelah itu, alatnya bisa kamu buka dengan mudah.

    Langkah-langkah ringkas:

    • Masuk ke akun Google Ads.
    • Pergi ke menu Tools and Settings.
    • Pilih bagian Keyword Planner.

    Walaupun tampilannya kelihatan seperti alat iklan, bagian riset kata kuncinya tetap bisa kamu gunakan tanpa menjalankan iklan.

    Penjelasan Dua Fitur Utama GKP

    Google Keyword Planner punya dua fitur utama yang paling sering dipakai.

    Discover New Keywords

    Fitur ini berguna untuk mencari ide kata kunci baru. Kamu cukup memasukkan beberapa kata awal (seed keyword), lalu alat ini akan memberi daftar saran kata.

    Saat memakai fitur ini, kamu bisa:

    • Melihat banyak ide kata kunci yang mirip.
    • Mengatur filter supaya hasilnya lebih sesuai.
    • Menemukan kata dengan volume tinggi atau rendah.

    Fitur ini cocok kalau kamu belum punya banyak ide dan ingin mencari kata baru.

    Get Search Volume and Forecasts

    Fitur ini berguna kalau kamu sudah punya daftar kata kunci dan ingin tahu berapa banyak orang mencarinya.

    Dengan fitur ini, kamu bisa:

    • Melihat volume pencarian harian, mingguan, atau bulanan.
    • Melihat perkiraan (forecast) jika kata itu dipakai untuk iklan.
    • Membandingkan beberapa kata sekaligus.

    Walaupun bagian forecast lebih cocok untuk iklan, informasi volumenya tetap sangat berguna untuk SEO.

    Cara Membaca Data di Keyword Planner

    Saat riset kata kunci, kamu akan melihat beberapa data penting. Kamu perlu memahami arti tiap data supaya bisa memilih kata yang tepat.

    Data yang perlu diperhatikan:

    • Volume Pencarian: seberapa banyak orang mencari kata itu setiap bulan.
    • Competition: tingkat persaingan untuk iklan, bukan untuk SEO.
    • CPC (Cost Per Click): biaya per klik iklan.
    • Tren Musiman: apakah pencarian naik atau turun di bulan tertentu.
    • Range Volume: angka yang tidak terlalu presisi, misalnya 1k sampai 10k.

    Data ini membantu kamu menilai apakah kata itu layak dipakai untuk artikel kamu.

    Kelebihan dan Keterbatasan Google Keyword Planner

    Walaupun sangat berguna, Google Keyword Planner tetap punya beberapa hal yang perlu kamu pahami.

    Kelebihan

    Google Keyword Planner punya beberapa kelebihan seperti:

    • Gratis untuk dipakai.
    • Menggunakan data resmi dari Google.
    • Cocok untuk orang yang baru belajar SEO.
    • Bisa dipakai untuk iklan dan SEO.

    Keterbatasan

    Beberapa keterbatasan yang perlu kamu tahu:

    • Volume pencarian hanya berbentuk range, bukan angka pasti.
    • Data bisa berubah jika kamu menjalankan kampanye iklan.
    • Rekomendasi kata kadang terlalu luas.
    • Tidak cukup detail untuk melihat tingkat persaingan SEO.

    Tips Menggunakan GKP Agar Hasil Lebih Akurat

    Agar hasil riset kamu lebih tepat, ada beberapa cara yang bisa kamu pakai.

    Tips yang bisa kamu ikuti:

    • Coba masukkan banyak seed keyword untuk hasil yang lebih bervariasi.
    • Gabungkan GKP dengan alat lain atau cek manual di Google.
    • Pilih kata yang volumenya stabil supaya trafik tidak turun.
    • Jangan menilai persaingan SEO hanya dari CPC.

    Dengan tips ini, riset kata kunci kamu jadi lebih kuat.

    Contoh Penggunaan Google Keyword Planner

    Misalnya kamu ingin menulis artikel tentang mainan anak. Kamu bisa memasukkan kata “mainan anak” ke fitur Discover New Keywords. Lalu kamu akan melihat berbagai kata seperti “mainan edukasi”, “mainan bayi”, atau “mainan murah”.

    Jika kamu sudah punya kata-kata tersebut, kamu bisa memasukkannya ke fitur Get Search Volume and Forecasts untuk melihat berapa banyak orang mencarinya.

    Contoh lain, kalau kamu ingin menjual produk, kamu bisa menggunakan GKP untuk mengetahui kata yang paling sering dipakai orang saat mencari barang itu.

    Kesimpulan

    Google Keyword Planner adalah alat yang sangat berguna untuk kamu yang ingin belajar riset kata kunci. Dengan alat ini, kamu bisa menemukan kata baru, melihat volume pencarian, dan memahami tren.

    Walaupun ada beberapa keterbatasan, alat ini tetap menjadi pilihan utama bagi pemula karena gampang dipakai dan gratis.

    Jika kamu ingin belajar SEO dengan lebih baik, mulailah memakai GKP dan coba lakukan riset kecil-kecilan setiap hari.

    KEMBALI KE DAFTAR ISI

  • 5 Software Untuk Melakukan Riset Kata Kunci (Ch. 2.4)

    Riset kata kunci itu penting supaya artikel yang kamu buat bisa muncul di Google. Kalau kamu memakai software, kamu bisa tahu kata apa yang sering dicari orang.

    Kalau kamu riset tanpa alat, kamu hanya menebak. Menebak itu sering salah. Dengan software, kamu bisa melihat data yang lebih jelas.

    Beberapa hal yang membuat software itu penting:

    • Kamu tahu kata apa yang populer.
    • Kamu bisa memilih kata yang persaingannya rendah.
    • Kamu tidak membuang waktu.

    Software juga membantu kamu menemukan banyak ide baru. Kamu bisa tahu apa yang sedang dicari orang di internet.

    KEMBALI KE DAFTAR ISI

    Rangkuman

    • Software riset kata kunci membantu kamu menemukan kata yang sering dicari orang.
    • Software yang bagus harus punya data akurat, volume pencarian, ide kata kunci, dan harga yang sesuai.
    • Google Keyword Planner cocok untuk pemula karena gratis.
    • Ubersuggest mudah dipakai dan punya banyak ide, tetapi datanya tidak sedetail alat profesional.
    • Ahrefs sangat lengkap dan akurat, tetapi harganya mahal.
    • SEMrush punya fitur ide kata kunci yang sangat banyak, namun cukup rumit dan mahal.
    • Keywordtool.io kuat untuk mencari ide dari berbagai platform, tapi versi gratisnya terbatas.
    • Pemula bisa mulai dengan kombinasi alat gratis seperti Google Keyword Planner dan Ubersuggest.
    • Alat mahal seperti Ahrefs atau SEMrush cocok digunakan saat kamu sudah lebih serius belajar SEO.

    Kriteria Software Riset Kata Kunci yang Bagus

    Sebelum kamu memilih software, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan. Software yang bagus biasanya punya beberapa fitur utama.

    Berikut hal penting yang perlu kamu lihat:

    • Akurasi data, supaya kamu tidak salah memilih kata kunci.
    • Volume pencarian, untuk tahu seberapa banyak orang mencari kata itu.
    • Fitur ide kata kunci, untuk membantu kamu menemukan variasi baru.
    • Harga, karena beberapa alat mahal dan punya batasan.

    Kalau semua hal itu ada, software tersebut cocok kamu pakai untuk belajar dan juga untuk kerja.

    Google Keyword Planner

    Google Keyword Planner adalah alat gratis dari Google. Banyak pemula memakai alat ini karena mudah digunakan.

    Kelebihan alat ini:

    • Gratis.
    • Data berasal dari Google langsung.
    • Cocok untuk belajar.

    Namun ada juga kekurangan:

    • Volume pencarian tidak selalu akurat.
    • Tidak ada data lengkap seperti keyword difficulty.

    Cara memakainya cukup mudah. Kamu cukup masuk Google Ads, lalu cari menu Keyword Planner. Setelah itu kamu tinggal masukkan kata yang ingin kamu riset.

    Alat ini sangat cocok untuk kamu yang masih baru dan belum punya banyak uang.

    Ubersuggest

    Ubersuggest adalah alat riset kata kunci yang populer. Banyak orang suka karena tampilannya sederhana.

    Kelebihan Ubersuggest:

    • Mudah dipakai.
    • Ada banyak ide kata kunci.
    • Ada fitur SEO difficulty.

    Kekurangannya:

    • Data tidak sedetail alat mahal.
    • Versi gratis punya batas.

    Tapi untuk pemula, Ubersuggest sudah lebih dari cukup. Kamu bisa memakai versi gratis dulu untuk belajar sebelum membeli versi berbayar.

    Ahrefs Keywords Explorer

    Ahrefs adalah salah satu alat terbaik untuk riset kata kunci. Banyak ahli SEO memakai Ahrefs karena datanya lengkap.

    Kelebihan Ahrefs:

    • Data sangat akurat.
    • Ada banyak fitur seperti keyword difficulty, search intent, dan jumlah klik.
    • Bisa melihat kata kunci yang dipakai website lain.

    Kekurangannya:

    • Harganya mahal. Banyak pemula tidak sanggup membeli.

    Walaupun mahal, Ahrefs adalah alat yang sangat kuat. Kalau kamu sudah serius ingin belajar SEO, kamu bisa mulai menabung untuk memakai alat ini.

    SEMrush Keyword Magic Tool

    SEMrush adalah alat lain yang banyak dipakai oleh praktisi SEO. Fitur Keyword Magic Tool sangat terkenal.

    Kelebihan SEMrush:

    • Ide kata kunci sangat banyak.
    • Ada banyak filter untuk mencari kata terbaik.
    • Cocok untuk riset besar.

    Kekurangannya:

    • Harga mahal.
    • Beberapa fitur terasa rumit untuk pemula.

    Kalau kamu ingin alat yang bisa dipakai untuk banyak hal selain riset kata kunci, SEMrush adalah pilihan bagus.

    Keywordtool.io

    Keywordtool.io adalah alat yang bagus untuk mencari ide kata kunci dari berbagai platform. Alat ini sering dipakai untuk mencari kata dari YouTube, Google, Instagram, dan lainnya.

    Kelebihan Keywordtool.io:

    • Banyak ide kata kunci.
    • Mudah dipakai.
    • Bisa riset dari banyak platform.

    Kekurangannya:

    • Versi gratis sangat terbatas.
    • Tidak ada data lengkap seperti alat profesional.

    Kalau kamu ingin fokus mencari ide, alat ini sangat membantu.

    Rekomendasi Software untuk Pemula dan Budget Kecil

    Kalau kamu baru mulai, kamu tidak perlu memakai alat mahal. Kamu bisa mulai dengan alat gratis atau alat yang murah.

    Rekomendasi untuk pemula:

    • Google Keyword Planner untuk data dasar.
    • Ubersuggest versi gratis untuk tambah ide.
    • Keywordtool.io kalau kamu butuh ide banyak.

    Kamu bisa memakai beberapa alat sekaligus. Kombinasi alat gratis sudah cukup kuat untuk belajar.

    Kalau kamu sudah berkembang dan punya uang lebih, kamu bisa mempertimbangkan Ahrefs atau SEMrush.

    Penutup

    Memakai software riset kata kunci sangat penting kalau kamu ingin menang di Google. Dengan software, kamu bisa mencari kata kunci yang tepat.

    Kamu bisa mulai dari alat gratis, lalu naik ke alat berbayar kalau kamu sudah butuh data lebih lengkap.

    Yang penting, kamu harus mulai mencoba. Semakin sering kamu latihan, semakin mudah kamu memahami riset kata kunci.

    KEMBALI KE DAFTAR ISI

  • Kata Kunci Long-tail vs Short-tail (Ch. 2.3)

    KEMBALI KE DAFTAR ISI

    Rangkuman

    • Kata kunci short-tail adalah kata pendek, umum, dan punya volume pencarian besar tetapi persaingan sangat tinggi.
    • Kata kunci long-tail adalah kata lebih panjang, spesifik, dengan volume kecil tetapi persaingan rendah.
    • Short-tail cocok untuk website yang sudah kuat, namun sulit dipakai pemula karena kompetisinya berat.
    • Long-tail lebih mudah menang di Google dan punya tingkat konversi lebih tinggi karena lebih jelas maksud pencariannya.
    • Kekurangan short-tail: sulit ranking, konversi rendah, butuh otoritas besar.
    • Kekurangan long-tail: traffic kecil, butuh banyak artikel untuk hasil besar.
    • Kombinasi terbaik adalah membuat artikel utama dengan short-tail lalu mendukungnya dengan banyak artikel long-tail.
    • Long-tail lebih efektif untuk pemula dan bisnis kecil yang ingin hasil lebih cepat.
    • Studi kasus menunjukkan website kecil lebih mudah naik menggunakan long-tail dibanding mencoba bersaing dengan short-tail.

    Pengertian Kata Kunci Short-tail

    Kata kunci short-tail adalah kata yang sangat pendek dan umum. Biasanya hanya satu sampai dua kata. Kata seperti ini dipakai banyak orang ketika mencari sesuatu di Google. Karena sangat umum, kata ini punya jumlah pencarian yang besar.

    Tapi masalahnya, kata kunci short-tail juga punya persaingan yang tinggi. Banyak sekali website besar yang memakai kata ini. Kalau kamu masih baru belajar SEO, biasanya kamu akan sulit masuk peringkat tinggi hanya dengan mengandalkan kata seperti ini.

    Contoh kata short-tail misalnya “sepatu” atau “kamera”. Kata ini tidak menjelaskan apa yang benar-benar dicari orang.

    Pengertian Kata Kunci Long-tail

    Kata kunci long-tail adalah kata yang lebih panjang dan lebih jelas. Biasanya terdiri dari tiga kata atau lebih. Kata seperti ini dipakai orang saat mereka sudah tahu apa yang ingin dicari.

    Kata long-tail punya jumlah pencarian kecil, tetapi persaingan lebih ringan. Karena spesifik, kata ini lebih mudah membuat artikelnya masuk ke halaman pertama Google.

    Contoh kata long-tail misalnya “sepatu lari untuk anak kecil” atau “kamera murah untuk pemula”.

    Perbedaan Utama Long-tail dan Short-tail

    Ada beberapa perbedaan besar antara kata short-tail dan long-tail.

    • Volume pencarian: Short-tail punya volume besar, sedangkan long-tail kecil.
    • Tingkat kompetisi: Short-tail jauh lebih ramai pesaingnya.
    • Tingkat konversi: Long-tail biasanya lebih mudah mendatangkan pembelian karena lebih jelas.
    • Intent pengguna: Long-tail lebih spesifik sehingga kamu bisa tahu apa yang dicari orang.

    Perbedaan ini membuat dua jenis kata ini cocok untuk kebutuhan yang berbeda.

    Kelebihan dan Kekurangan Short-tail

    Kata kunci short-tail punya beberapa kelebihan.

    Pertama, kata ini bisa membawa traffic besar kalau websitemu sudah kuat. Banyak orang mencarinya setiap hari.

    Kedua, kata ini membantu kamu menjangkau topik yang sangat luas.

    Namun, kata short-tail juga punya kekurangan.

    • Sulit bersaing, apalagi untuk website baru.
    • Konversi tidak terlalu bagus karena orang yang mencari kata umum biasanya belum punya tujuan jelas.
    • Kamu butuh banyak artikel dan otoritas besar supaya bisa menang.

    Kelebihan dan Kekurangan Long-tail

    Kata long-tail juga punya kelebihan penting.

    Kata ini lebih mudah membuat artikelmu masuk halaman pertama karena persaingan rendah. Banyak website besar tidak fokus pada kata-kata panjang.

    Kata ini juga punya konversi tinggi. Ketika orang mencari kata yang panjang, mereka biasanya benar-benar ingin membeli atau mencari jawaban yang tepat.

    Walau begitu, ada beberapa kekurangannya.

    • Volume pencarian kecil, jadi traffic tidak sebesar short-tail.
    • Kamu perlu banyak artikel supaya hasilnya terasa besar.

    Kapan Sebaiknya Menggunakan Short-tail

    Kamu bisa memakai kata short-tail ketika websitemu sudah cukup kuat. Kalau domainmu punya banyak artikel dan sudah sering dapat kunjungan dari Google, kata short-tail akan lebih mudah bersaing.

    Kata ini juga cocok dipakai kalau topiknya memang besar dan butuh cakupan luas. Misalnya kamu membuat website tentang olahraga, kata seperti “lari” atau “sepak bola” bisa menjadi pijakan awal untuk mengenalkan topik.

    Kapan Sebaiknya Menggunakan Long-tail

    Kata long-tail cocok untuk kamu yang baru memulai belajar SEO. Kata-kata seperti ini lebih mudah untuk menang karena lawannya lebih sedikit.

    Kamu bisa memakai long-tail ketika ingin membuat artikel yang benar-benar menjawab pertanyaan orang. Misalnya, “cara memilih sepatu lari untuk pemula” adalah kata yang sudah sangat jelas maksudnya.

    Kata long-tail juga cocok untuk toko online yang ingin meningkatkan penjualan. Orang yang mencari kata panjang biasanya sudah lebih siap membeli.

    Strategi Menggabungkan Long-tail dan Short-tail

    Kamu bisa memakai dua jenis kata ini secara bersama supaya hasil SEO lebih kuat.

    Pertama, buat artikel utama yang memakai kata short-tail. Artikel ini menjadi pusat topik.

    Kedua, buat beberapa artikel lainnya yang memakai kata long-tail dan arahkan ke artikel utama. Cara ini membuat topik websitemu terlihat lengkap.

    Beberapa langkah yang bisa kamu lakukan:

    • Buat satu artikel besar tentang topik umum.
    • Buat artikel panjang untuk menjawab pertanyaan yang lebih spesifik.
    • Hubungkan semua artikel menggunakan tautan internal.

    Dengan cara ini, Google melihat websitemu sebagai website yang kuat di satu topik.

    Contoh Studi Kasus Sederhana

    Bayangkan kamu punya website tentang sepatu.

    Ketika kamu menargetkan kata short-tail seperti “sepatu”, kamu akan bersaing dengan toko online besar. Biasanya, sangat sulit untuk masuk peringkat pertama.

    Tapi ketika kamu menargetkan kata long-tail seperti “sepatu lari untuk pemula harga murah”, kamu bisa menang lebih cepat.

    Website kecil seringnya mulai naik peringkat karena memakai strategi long-tail terlebih dahulu.

    Dari sini kamu bisa melihat bahwa kata long-tail lebih cocok untuk pemula.

    Kesimpulan

    Kata kunci short-tail dan long-tail sama-sama penting dalam SEO. Kata short-tail cocok untuk topik besar dan traffic tinggi, tetapi butuh kekuatan website yang besar.

    Kata long-tail cocok untuk kamu yang baru mulai karena persaingannya ringan dan lebih cepat membawa hasil.

    Kalau kamu ingin hasil terbaik, gabungkan dua jenis kata ini. Buat topik utama dengan short-tail, lalu dukung dengan artikel long-tail yang lebih spesifik.

    Dengan strategi seperti ini, websitemu bisa tumbuh lebih cepat dan lebih kuat.

    KEMBALI KE DAFTAR ISI

  • Cara Melakukan Riset Kata Kunci yang Benar (Ch. 2.2)

    Riset kata kunci adalah langkah penting agar sebuah artikel bisa muncul di halaman atas Google. Ketika kamu melakukan riset, kamu sedang mencari tahu kata apa yang sering dipakai orang saat mencari informasi. Jika kamu memakai kata yang tepat, peluang artikel kamu muncul di hasil pencarian akan lebih besar.

    Banyak pemula melakukan kesalahan. Mereka langsung menulis tanpa tahu apa yang sebenarnya dicari orang. Padahal, riset kata kunci membantu kamu membuat konten yang lebih tepat, berguna, dan mudah ditemukan.

    KEMBALI KE DAFTAR ISI

    Rangkuman

    Berikut rangkumannya dalam bentuk bullet list:

    • Riset kata kunci membantu kamu menemukan kata yang sering dicari orang sehingga artikel lebih mudah muncul di Google.
    • Pemula sering salah karena menulis tanpa riset, padahal riset membuat konten lebih tepat dan berguna.
    • Intent penting untuk dipahami agar konten sesuai kebutuhan pembaca, seperti informasional, navigasional, transaksional, dan komersial.
    • Menentukan sasaran dan pasar membantu kamu mengenali audiens dan mempelajari kompetitor.
    • Analisa kompetitor dilakukan dengan melihat jenis konten, panjang artikel, struktur heading, kualitas isi, gaya bahasa, judul, meta description, penggunaan kata kunci, serta backlink.
    • Tools seperti Google Keyword Planner, Search Suggest, People Also Ask, Ubersuggest, Ahrefs, Semrush, dan Google Trends membantu menemukan volume pencarian dan peluang kata kunci.
    • Kata kunci utama harus relevan, sering dicari, dan tidak memiliki persaingan terlalu tinggi.
    • Keyword turunan bisa berupa short-tail, long-tail, variasi semantik, dan hasil keyword clustering.
    • Contoh keyword turunan untuk “cara membuat bakso” meliputi: resep bakso, cara membuat bakso sapi kenyal, tips bikin bakso, dan lain-lain.
    • Struktur konten dibuat memakai H1, H2, H3 dengan penempatan kata kunci secara natural.
    • Evaluasi riset diperlukan dengan memeriksa kompetitor dan mengupdate kata kunci sesuai perubahan tren.
    • Riset kata kunci memastikan konten lebih bermanfaat, terarah, dan lebih mudah ranking di Google.

    Memahami Tujuan dan Intent Pengguna

    Intent adalah maksud seseorang saat mengetikkan kata di Google. Kamu perlu memahaminya supaya kontenmu sesuai kebutuhan pembaca.

    Beberapa jenis intent:

    • Informasional: orang ingin belajar sesuatu.
    • Navigasional: orang ingin menuju situs tertentu.
    • Transaksional: orang ingin membeli sesuatu.
    • Komersial: orang ingin membandingkan sebelum membeli.

    Memahami intent membuat kamu tahu arah konten. Misalnya, kalau kata kuncinya “cara membuat kue”, berarti intentnya informasional.

    Menentukan Sasaran dan Pasar

    Sebelum memilih kata kunci, kamu harus tahu siapa yang ingin kamu bantu. Ini disebut audiens.

    Kamu juga bisa melihat kompetitor. Lihat artikel mereka, lalu pelajari apa yang bisa kamu buat lebih baik. Dengan memahami pasar, kamu bisa membuat konten yang lebih kuat.

    Cara Menganalisa Kompetitor

    Menganalisa kompetitor membantu kamu memahami kualitas konten yang sedang berada di peringkat atas Google. Dengan begitu, kamu bisa menemukan celah dan membuat konten yang lebih kuat.

    Pertama, cari kompetitor yang muncul di halaman pertama untuk kata kunci yang ingin kamu target. Mereka adalah contoh terbaik karena Google sudah menganggap konten mereka relevan.

    Perhatikan beberapa hal penting:

    • Jenis konten yang mereka gunakan, apakah artikel, video, atau halaman produk.
    • Panjang konten dan seberapa lengkap pembahasannya.
    • Struktur penulisan, termasuk penggunaan H1, H2, dan H3.
    • Kualitas isi, apakah kontennya menjawab kebutuhan pembaca.
    • Gaya bahasa, apakah formal, santai, atau teknis.

    Lanjutkan dengan melihat elemen SEO yang mereka pakai:

    • Judul dan meta description
    • Pemakaian kata kunci
    • Internal dan external link
    • Penggunaan gambar, tabel, atau infografik

    Jika kamu memakai tools seperti Ahrefs, Semrush, atau Ubersuggest, analisis juga:

    • Kata kunci yang mereka ranking
    • Jumlah dan kualitas backlink
    • Halaman lain yang ikut mendukung ranking

    Terakhir, cari celah yang bisa kamu manfaatkan, seperti penjelasan yang kurang lengkap, data lawas, atau pembahasan yang belum dalam. Dengan cara ini, kamu bisa membuat konten yang lebih kuat, jelas, dan lebih baik daripada kompetitormu.

    Menggunakan Tools Riset Kata Kunci

    Kamu bisa memakai beberapa tools untuk riset kata kunci. Setiap tool punya kelebihannya masing-masing.

    Google Keyword Planner

    Tool ini membantu kamu melihat seberapa sering orang mencari kata tertentu. Ini cocok saat kamu ingin mengetahui volume pencarian.

    Kamu juga bisa melihat tingkat persaingan. Semakin rendah persaingan, semakin mudah kamu bersaing di Google.

    Google Search Suggest dan People Also Ask

    Saat kamu mengetik kata di Google, muncul saran otomatis. Ini disebut Search Suggest. Ini sangat berguna untuk menemukan kata-kata panjang atau long-tail keywords.

    Bagian People Also Ask juga berguna. Bagian ini menunjukkan pertanyaan yang sering ditanyakan orang. Kamu bisa memakainya sebagai bahan menulis konten.

    Ubersuggest, Ahrefs, Semrush

    Tools seperti ini memberikan data volume pencarian, tingkat kesulitan (keyword difficulty), dan ide kata kunci tambahan.

    Mereka cocok untuk riset yang lebih mendalam. Kamu bisa melihat kata-kata yang berhubungan dan peluang untuk ranking.

    Google Trends

    Google Trends menunjukkan apakah sebuah kata sedang naik atau turun. Dengan begitu kamu bisa melihat kata yang sedang populer. Ini berguna jika kamu ingin menulis konten yang mengikuti tren.

    Memilih Kata Kunci Utama

    Setelah riset, kamu harus memilih satu kata kunci utama. Pilih yang paling relevan, paling sering dicari, dan punya persaingan yang tidak terlalu tinggi.

    Pastikan kata kunci utama benar-benar cocok dengan topik. Jangan pilih kata yang terlalu umum. Misalnya, daripada memakai “kue”, lebih bagus memakai “cara membuat kue cokelat mudah”.

    Menyusun Keyword Turunan

    Keyword turunan adalah kata yang masih berhubungan dengan kata kunci utama. Ini bisa berupa:

    • Kata pendek (short-tail)
    • Kata panjang (long-tail)
    • Variasi semantik
    • Keyword clustering

    Dengan memakai banyak variasi kata turunan, kamu bisa membuat konten yang lebih kaya dan lengkap.

    Contoh Keyword Turunan

    Berikut contoh konkret agar kamu lebih mudah memahami cara menyusun keyword turunan.

    Jika kata kunci utamanya “cara membuat bakso”, maka keyword turunannya bisa seperti berikut.

    Kata pendek (short-tail)

    • resep bakso
    • bakso rumahan
    • cara buat bakso

    Kata panjang (long-tail)

    • cara membuat bakso sapi kenyal tanpa boraks
    • resep bakso rumahan sederhana untuk pemula
    • cara membuat bakso kuah yang gurih dan enak
    • cara membuat bakso tanpa blender

    Variasi semantik
    Ini bukan kata yang sama persis, tetapi maknanya dekat.

    • tips bikin bakso kenyal
    • bahan membuat bakso
    • langkah membuat bakso
    • trik membuat adonan bakso lembut

    Keyword clustering
    Pengelompokan keyword yang mirip sehingga satu konten bisa membahas semua.
    Cluster contoh:

    • cara membuat bakso
    • resep bakso kenyal
    • bakso sapi rumahan
    • cara bikin bakso kuah

    Semua keyword dalam cluster ini bisa dimasukkan dalam satu artikel besar, atau dipisah menjadi beberapa artikel pendukung jika ingin membangun topik otoritatif.

    Dengan memakai contoh konkret seperti ini, kamu bisa melihat bagaimana kata kunci utama berkembang menjadi banyak kata turunan yang memperkaya konten.

    Membuat Struktur Konten Berdasarkan Keyword

    Setelah kata kunci terkumpul, kamu perlu membuat struktur konten. Struktur membantu kamu menulis lebih rapi.

    Kamu bisa mulai dari judul atau H1. Kemudian buat beberapa H2 dan H3. Tempatkan kata kunci secara natural, jangan dipaksa.

    Struktur konten bisa dibuat seperti ini:

    • Judul berisi kata kunci utama
    • Sub judul memakai kata turunan
    • Paragraf menjelaskan jawaban dengan jelas

    Mengevaluasi dan Menyempurnakan Hasil Riset

    Riset tidak berhenti setelah kamu memilih kata. Kamu perlu mengecek ulang di Google.

    Lihat artikel kompetitor yang muncul di halaman pertama. Pahami apa yang mereka bahas, lalu buat kontenmu lebih lengkap dan lebih jelas.

    Kamu juga perlu memperbarui riset secara berkala. Dunia internet berubah cepat. Kata kunci yang bagus hari ini bisa jadi tidak populer lagi di masa depan.

    Kesimpulan

    Riset kata kunci adalah langkah penting kalau kamu ingin membuat konten yang kuat. Ketika kamu memilih kata dengan benar, kamu bisa membuat artikel yang lebih bermanfaat, lebih terarah, dan lebih mudah muncul di Google.

    Dengan pemahaman audiens, pemilihan intent, penggunaan tools, dan evaluasi rutin, kamu bisa membuat konten yang selalu relevan.

    KEMBALI KE DAFTAR ISI

  • Mengenal Kata Kunci Dalam SEO (Ch. 2.1)

    Kata kunci adalah kata atau kalimat yang kamu ketik saat mencari sesuatu di mesin pencari. Kata kunci membantu Google memahami apa yang kamu butuhkan. Dalam dunia SEO, kata kunci menjadi alat sangat penting supaya konten kamu mudah ditemukan oleh banyak orang.

    Kata kunci membuat Google bisa menebak apakah halaman kamu cocok dengan kebutuhan pengguna. Tanpa kata kunci, Google tidak bisa menghubungkan konten kamu dengan apa yang orang cari.

    KEMBALI KE DAFTAR ISI

    Rangkuman

    • Kata kunci adalah kata atau kalimat yang dipakai pengguna untuk mencari informasi di mesin pencari.
    • Kata kunci membantu Google memahami isi konten kamu.
    • Fungsi utama kata kunci: membuat konten relevan, membantu Google mengenali topik, menarik pengunjung tepat, dan meningkatkan peluang ranking.
    • Jenis kata kunci:
      • Short tail keyword: pendek, pencarian besar, persaingan tinggi.
      • Long tail keyword: lebih panjang, spesifik, persaingan rendah.
      • Navigasional: untuk membuka situs tertentu.
      • Informasional: untuk mencari penjelasan atau belajar sesuatu.
      • Transaksional: untuk membeli produk atau memakai layanan.
    • Penempatan kata kunci terbaik ada di: judul, sub judul, paragraf pertama, meta deskripsi, dan URL.
    • Hindari kesalahan umum seperti mengulang kata kunci terlalu banyak, memilih kata kunci sepi pencarian, atau memaksakan kata kunci.
    • Contoh penggunaan kata kunci yang benar: alami, tidak dipaksakan, dan tetap enak dibaca.
    • Contoh penggunaan yang salah: mengulang kata kunci berlebihan hingga mengganggu.
    • Keyword density adalah seberapa sering kata kunci muncul, cukup dipakai sewajarnya.
    • LSI keyword adalah kata pendukung yang masih terkait dengan kata kunci utama.
    • Riset kata kunci sederhana bisa dilakukan lewat Google Suggest dan related searches.
    • Menguasai kata kunci membantu konten lebih mudah ditemukan dan lebih bermanfaat bagi pembaca.

    Fungsi Kata Kunci dalam SEO

    Kata kunci punya beberapa fungsi utama. Semuanya membantu halaman kamu lebih mudah muncul di hasil pencarian.

    • Membantu Google memahami isi konten kamu.
    • Membuat artikel kamu lebih relevan dengan kebutuhan orang.
    • Membantu kamu mendapatkan pengunjung yang tepat.
    • Membuat konten kamu bersaing lebih baik di mesin pencari.

    Dengan kata kunci yang tepat, peluang kamu untuk berada di posisi yang lebih baik akan meningkat.

    Jenis Jenis Kata Kunci

    Ada beberapa jenis kata kunci yang perlu kamu pahami. Tiap jenis punya fungsi berbeda dalam SEO.

    Short Tail Keyword

    Short tail keyword adalah kata kunci pendek, biasanya satu sampai dua kata. Contohnya seperti baju wanita. Kata kunci ini punya pencarian besar, tetapi persaingannya sangat tinggi.

    Long Tail Keyword

    Long tail keyword adalah kata kunci yang lebih panjang dan lebih spesifik. Contohnya seperti baju wanita warna merah murah. Persaingan kata kunci ini lebih rendah dan lebih mudah untuk kamu menangkan.

    Kata Kunci Navigasional

    Kata kunci navigasional dipakai seseorang untuk membuka situs tertentu. Contohnya seperti Instagram login. Orang yang memakai kata kunci ini biasanya sudah punya tujuan jelas.

    Kata Kunci Informasional

    Kata kunci informasional dipakai saat seseorang ingin mencari informasi. Contohnya cara membuat kue coklat. Biasanya dipakai oleh orang yang ingin belajar sesuatu.

    Kata Kunci Transaksional

    Kata kunci transaksional dipakai oleh orang yang ingin membeli produk atau memakai layanan. Contohnya seperti beli laptop murah. Kata kunci ini punya peluang besar menghasilkan penjualan.

    Cara Menggunakan Kata Kunci dalam Konten

    Supaya kata kunci bekerja maksimal, kamu perlu menempatkannya di bagian yang tepat.

    Beberapa tempat penting untuk menaruh kata kunci yaitu:

    • Judul artikel
    • Sub judul
    • Paragraf pertama
    • Meta deskripsi
    • URL halaman

    Kamu tidak boleh mengulang kata kunci terlalu banyak. Jika berlebihan, Google bisa menganggap konten kamu tidak alami.

    Kesalahan Umum dalam Menggunakan Kata Kunci

    Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan pemula. Kamu perlu menghindarinya supaya konten tetap berkualitas.

    Beberapa kesalahannya yaitu:

    • Mengulang kata kunci terlalu banyak.
    • Memakai kata kunci yang tidak dicari orang.
    • Memasukkan kata kunci tanpa memperhatikan kenyamanan membaca.
    • Menggunakan kata kunci yang tidak sesuai isi artikel.

    Dengan menghindari kesalahan ini, konten kamu akan terlihat lebih alami dan lebih disukai Google.

    Contoh Penempatan Kata Kunci yang Benar

    Untuk membuat konten kamu tetap enak dibaca, kamu perlu menaruh kata kunci secara alami. Berikut contoh yang benar:

    “Kamu bisa memakai sepatu olahraga ringan untuk lari pagi supaya kaki terasa nyaman. Sepatu ini cocok untuk pemula yang baru mulai latihan.”

    Kata kunci dipakai sekali, alami, dan tidak dipaksakan.

    Contoh Penempatan Kata Kunci yang Salah

    Berikut contoh yang salah karena terlalu dipaksa:

    “Jika kamu ingin sepatu olahraga ringan, kamu harus membeli sepatu olahraga ringan karena sepatu olahraga ringan sangat bagus.”

    Ini membuat paragraf tidak nyaman dibaca.

    Apa Itu Keyword Density

    Keyword density adalah seberapa sering kata kunci muncul dalam artikel. Kamu tidak harus menghitungnya dengan rumit. Yang penting, kata kunci tidak dipakai berulang ulang sampai mengganggu.

    LSI Keyword

    LSI keyword adalah kata kata yang mirip atau berhubungan dengan kata kunci utama. Contohnya jika kata kunci kamu sepatu olahraga, maka LSI keyword bisa berupa:

    • sepatu lari
    • sepatu gym
    • sepatu training

    Memakai LSI keyword bisa membantu Google memahami topik kamu dengan lebih baik.

    Cara Riset Kata Kunci Sederhana

    Kamu bisa riset kata kunci tanpa tools berbayar. Caranya mudah.

    • Ketik kata di Google, lalu lihat saran otomatis.
    • Scroll ke bawah halaman dan lihat related searches.
    • Pilih kata yang pencariannya masuk akal dan sesuai topik kamu.

    Cara ini cukup untuk pemula.

    Penutup

    Kata kunci adalah bagian sangat penting dalam SEO. Tanpa kata kunci, Google tidak bisa memahami konten kamu. Dengan memilih kata kunci yang tepat, menaruhnya di tempat yang benar, dan menghindari kesalahan umum, kamu bisa membuat konten yang lebih kuat.

    Memahami kata kunci akan membantu kamu membuat artikel yang bermanfaat, mudah ditemukan, dan membawa lebih banyak pengunjung.

    KEMBALI KE DAFTAR ISI