Riset kata kunci itu sangat penting kalau kamu ingin menjual jasa konsultan pajak. Dengan riset yang tepat, kamu bisa tahu apa yang orang cari, masalah yang mereka hadapi, dan kata apa yang mereka pakai saat mencari bantuan pajak.
Artikel ini membantu kamu memahami cara melakukan riset kata kunci dengan contoh yang sederhana. Tujuannya supaya kamu bisa menarik lebih banyak calon klien.
Rangkuman
- Riset kata kunci membantu kamu menemukan apa yang dicari calon klien jasa konsultan pajak.
- Target klien biasanya UMKM, pemilik usaha kecil, atau orang yang bingung soal pajak.
- Kamu harus memahami masalah mereka sebelum memilih kata kunci.
- Topik utama riset bisa berupa pengurusan pajak, konsultasi pajak, atau pajak UMKM.
- Mulai riset dengan seed keyword seperti konsultan pajak atau jasa pajak.
- Gunakan Google Suggest, People Also Ask, dan Related Searches untuk ide tambahan.
- Tools seperti Google Keyword Planner, Ubersuggest, atau Ahrefs membantu melihat volume dan kompetisi.
- Intent pencarian dibagi jadi informasi, komersial, dan transaksional.
- Pilih kata kunci dengan intent transaksional untuk meningkatkan penjualan.
- Buat cluster kata kunci agar konten lebih terstruktur.
- Studi kasus fokus pada layanan konsultan pajak UMKM sebagai contoh riset kata kunci.
- Susun strategi konten dari keyword utama dan pendukung untuk menarik trafik.
- Riset kata kunci yang konsisten membantu jasa konsultan pajak lebih mudah ditemukan dan menambah klien.
Memahami Target Klien Konsultan Pajak
Sebelum kamu memilih kata kunci, kamu harus tahu siapa calon klienmu. Mereka biasanya:
- Pemilik usaha kecil
- UMKM
- Orang yang bingung soal laporan pajak
- Orang yang takut kena denda
Masalah yang mereka sering alami adalah:
- Tidak mengerti aturan pajak
- Bingung hitung pajak
- Takut salah lapor
- Tidak punya waktu untuk urus pajak
Kalau kamu paham masalah mereka, kamu bisa mencari kata kunci yang benar.
Menentukan Topik Utama untuk Riset Kata Kunci
Topik utama harus sesuai kebutuhan klienmu. Contohnya:
- Pengurusan pajak
- Konsultasi pajak
- Pajak UMKM
- Layanan konsultan pajak untuk perusahaan
Topik ini jadi dasar riset kata kunci.
Mengumpulkan Keyword Awal
Kamu bisa mulai dari kata yang sederhana. Ini namanya seed keyword. Misalnya:
- konsultan pajak
- jasa pajak
- konsultan pajak UMKM
- cara hitung pajak
Lalu kamu bisa lihat saran dari:
- Google Suggest
- People Also Ask
- Related Searches
Semua itu membantu kamu dapat ide tambahan.
Menggunakan Tools Riset Kata Kunci
Menggunakan Google Keyword Planner
Di sini kamu masukkan seed keyword tadi. Kamu akan lihat:
- Volume pencarian
- Kata terkait
- Tingkat kompetisi
Kamu bisa memilih kata yang paling cocok dan paling banyak dicari.
Menggunakan Tools Alternatif
Kamu juga bisa pakai alat lain, seperti:
- Ubersuggest
- Ahrefs
- SEMrush
Gunakan alat ini untuk membandingkan data. Kalau hasilnya mirip, itu berarti kata kuncinya bagus.
Menganalisis Intent Pencarian
Kamu harus tahu maksud orang saat mencari kata tertentu. Ada 3 jenis:
- Informasi: orang mencari penjelasan
- Komersial: orang lagi membandingkan layanan
- Transaksional: orang siap membeli
Pilih kata kunci yang mendekati transaksional, karena itu membantu kamu dapat klien.
Membuat Daftar Kata Kunci Utama dan Turunan
Setelah dapat banyak kata kunci, kamu buat cluster. Misalnya:
- Keyword utama: konsultan pajak
- Turunan: konsultan pajak UMKM, konsultan pajak perusahaan, jasa laporan pajak
Cluster ini membantu kamu membuat banyak artikel yang saling terhubung.
Studi Kasus: Contoh Riset Kata Kunci Konsultan Pajak
Tentukan Layanan Utama
Misalnya kamu ingin jual layanan konsultan pajak UMKM. Berarti fokus riset kata kuncinya harus tentang UMKM.
Kumpulkan Seed Keyword
Seed keyword yang bisa kamu pakai:
- konsultan pajak UMKM
- jasa pajak UMKM
- cara lapor pajak UMKM
Ini jadi dasar pencarian lanjutan.
Gunakan Tools untuk Mendapatkan Data
Dari Google Keyword Planner, kamu mungkin menemukan:
- konsultan pajak UMKM: volume tinggi, kompetisi sedang
- cara hitung pajak UMKM: volume sedang, banyak dicari orang yang butuh info
- jasa pajak UMKM murah: intent transaksional
Di sini kamu memilih kata dengan intent transaksional dulu.
Analisis Intent dan Relevansi
Misalnya kata konsultan pajak UMKM menunjukkan orang ingin bantuan langsung. Itu sangat penting untuk penjualan.
Sementara cara hitung pajak UMKM menunjukkan orang butuh informasi dulu. Kamu tetap bisa memakai kata ini untuk artikel edukasi.
Susun Cluster Keyword
Contoh cluster:
- Konsultan Pajak UMKM: keyword utama
- Jasa Pajak UMKM Murah
- Konsultan Pajak untuk Usaha Kecil
- Cara Hitung Pajak UMKM
- Cara Membuat Laporan Pajak UMKM
Artikel edukasi mendukung artikel penjualan.
Membuat Strategi Konten Berdasarkan Hasil Riset
Setelah kata kunci terkumpul, kamu bisa buat rencana konten. Misalnya:
- Artikel utama: Konsultan Pajak UMKM
- Artikel pendukung:
- Cara Hitung Pajak UMKM
- Tips Lapor Pajak Tepat Waktu
- Kenapa UMKM Butuh Konsultan Pajak
Kamu prioritaskan kata yang paling banyak dicari dan paling dekat dengan transaksi.
Dengan strategi ini, website kamu bisa naik di Google.
Kesimpulan
Riset kata kunci membantu kamu memahami apa yang dicari calon klien. Dengan langkah yang benar, seperti memilih seed keyword, memakai alat riset, dan membuat cluster, kamu bisa membangun strategi konten yang kuat.
Kalau dilakukan dengan konsisten, riset kata kunci bisa membuat jasa konsultan pajakmu lebih mudah ditemukan dan membantu kamu mendapatkan lebih banyak klien.