Kata Kunci Long-tail vs Short-tail (Ch. 2.3)

KEMBALI KE DAFTAR ISI

Rangkuman

  • Kata kunci short-tail adalah kata pendek, umum, dan punya volume pencarian besar tetapi persaingan sangat tinggi.
  • Kata kunci long-tail adalah kata lebih panjang, spesifik, dengan volume kecil tetapi persaingan rendah.
  • Short-tail cocok untuk website yang sudah kuat, namun sulit dipakai pemula karena kompetisinya berat.
  • Long-tail lebih mudah menang di Google dan punya tingkat konversi lebih tinggi karena lebih jelas maksud pencariannya.
  • Kekurangan short-tail: sulit ranking, konversi rendah, butuh otoritas besar.
  • Kekurangan long-tail: traffic kecil, butuh banyak artikel untuk hasil besar.
  • Kombinasi terbaik adalah membuat artikel utama dengan short-tail lalu mendukungnya dengan banyak artikel long-tail.
  • Long-tail lebih efektif untuk pemula dan bisnis kecil yang ingin hasil lebih cepat.
  • Studi kasus menunjukkan website kecil lebih mudah naik menggunakan long-tail dibanding mencoba bersaing dengan short-tail.

Pengertian Kata Kunci Short-tail

Kata kunci short-tail adalah kata yang sangat pendek dan umum. Biasanya hanya satu sampai dua kata. Kata seperti ini dipakai banyak orang ketika mencari sesuatu di Google. Karena sangat umum, kata ini punya jumlah pencarian yang besar.

Tapi masalahnya, kata kunci short-tail juga punya persaingan yang tinggi. Banyak sekali website besar yang memakai kata ini. Kalau kamu masih baru belajar SEO, biasanya kamu akan sulit masuk peringkat tinggi hanya dengan mengandalkan kata seperti ini.

Contoh kata short-tail misalnya “sepatu” atau “kamera”. Kata ini tidak menjelaskan apa yang benar-benar dicari orang.

Pengertian Kata Kunci Long-tail

Kata kunci long-tail adalah kata yang lebih panjang dan lebih jelas. Biasanya terdiri dari tiga kata atau lebih. Kata seperti ini dipakai orang saat mereka sudah tahu apa yang ingin dicari.

Kata long-tail punya jumlah pencarian kecil, tetapi persaingan lebih ringan. Karena spesifik, kata ini lebih mudah membuat artikelnya masuk ke halaman pertama Google.

Contoh kata long-tail misalnya “sepatu lari untuk anak kecil” atau “kamera murah untuk pemula”.

Perbedaan Utama Long-tail dan Short-tail

Ada beberapa perbedaan besar antara kata short-tail dan long-tail.

  • Volume pencarian: Short-tail punya volume besar, sedangkan long-tail kecil.
  • Tingkat kompetisi: Short-tail jauh lebih ramai pesaingnya.
  • Tingkat konversi: Long-tail biasanya lebih mudah mendatangkan pembelian karena lebih jelas.
  • Intent pengguna: Long-tail lebih spesifik sehingga kamu bisa tahu apa yang dicari orang.

Perbedaan ini membuat dua jenis kata ini cocok untuk kebutuhan yang berbeda.

Kelebihan dan Kekurangan Short-tail

Kata kunci short-tail punya beberapa kelebihan.

Pertama, kata ini bisa membawa traffic besar kalau websitemu sudah kuat. Banyak orang mencarinya setiap hari.

Kedua, kata ini membantu kamu menjangkau topik yang sangat luas.

Namun, kata short-tail juga punya kekurangan.

  • Sulit bersaing, apalagi untuk website baru.
  • Konversi tidak terlalu bagus karena orang yang mencari kata umum biasanya belum punya tujuan jelas.
  • Kamu butuh banyak artikel dan otoritas besar supaya bisa menang.

Kelebihan dan Kekurangan Long-tail

Kata long-tail juga punya kelebihan penting.

Kata ini lebih mudah membuat artikelmu masuk halaman pertama karena persaingan rendah. Banyak website besar tidak fokus pada kata-kata panjang.

Kata ini juga punya konversi tinggi. Ketika orang mencari kata yang panjang, mereka biasanya benar-benar ingin membeli atau mencari jawaban yang tepat.

Walau begitu, ada beberapa kekurangannya.

  • Volume pencarian kecil, jadi traffic tidak sebesar short-tail.
  • Kamu perlu banyak artikel supaya hasilnya terasa besar.

Kapan Sebaiknya Menggunakan Short-tail

Kamu bisa memakai kata short-tail ketika websitemu sudah cukup kuat. Kalau domainmu punya banyak artikel dan sudah sering dapat kunjungan dari Google, kata short-tail akan lebih mudah bersaing.

Kata ini juga cocok dipakai kalau topiknya memang besar dan butuh cakupan luas. Misalnya kamu membuat website tentang olahraga, kata seperti “lari” atau “sepak bola” bisa menjadi pijakan awal untuk mengenalkan topik.

Kapan Sebaiknya Menggunakan Long-tail

Kata long-tail cocok untuk kamu yang baru memulai belajar SEO. Kata-kata seperti ini lebih mudah untuk menang karena lawannya lebih sedikit.

Kamu bisa memakai long-tail ketika ingin membuat artikel yang benar-benar menjawab pertanyaan orang. Misalnya, “cara memilih sepatu lari untuk pemula” adalah kata yang sudah sangat jelas maksudnya.

Kata long-tail juga cocok untuk toko online yang ingin meningkatkan penjualan. Orang yang mencari kata panjang biasanya sudah lebih siap membeli.

Strategi Menggabungkan Long-tail dan Short-tail

Kamu bisa memakai dua jenis kata ini secara bersama supaya hasil SEO lebih kuat.

Pertama, buat artikel utama yang memakai kata short-tail. Artikel ini menjadi pusat topik.

Kedua, buat beberapa artikel lainnya yang memakai kata long-tail dan arahkan ke artikel utama. Cara ini membuat topik websitemu terlihat lengkap.

Beberapa langkah yang bisa kamu lakukan:

  • Buat satu artikel besar tentang topik umum.
  • Buat artikel panjang untuk menjawab pertanyaan yang lebih spesifik.
  • Hubungkan semua artikel menggunakan tautan internal.

Dengan cara ini, Google melihat websitemu sebagai website yang kuat di satu topik.

Contoh Studi Kasus Sederhana

Bayangkan kamu punya website tentang sepatu.

Ketika kamu menargetkan kata short-tail seperti “sepatu”, kamu akan bersaing dengan toko online besar. Biasanya, sangat sulit untuk masuk peringkat pertama.

Tapi ketika kamu menargetkan kata long-tail seperti “sepatu lari untuk pemula harga murah”, kamu bisa menang lebih cepat.

Website kecil seringnya mulai naik peringkat karena memakai strategi long-tail terlebih dahulu.

Dari sini kamu bisa melihat bahwa kata long-tail lebih cocok untuk pemula.

Kesimpulan

Kata kunci short-tail dan long-tail sama-sama penting dalam SEO. Kata short-tail cocok untuk topik besar dan traffic tinggi, tetapi butuh kekuatan website yang besar.

Kata long-tail cocok untuk kamu yang baru mulai karena persaingannya ringan dan lebih cepat membawa hasil.

Kalau kamu ingin hasil terbaik, gabungkan dua jenis kata ini. Buat topik utama dengan short-tail, lalu dukung dengan artikel long-tail yang lebih spesifik.

Dengan strategi seperti ini, websitemu bisa tumbuh lebih cepat dan lebih kuat.

KEMBALI KE DAFTAR ISI

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *